Materi Pelatihan

"Warehouse Management" Batch 2
DETAIL PELATIHAN
  • 4 Peserta
  • Conference Mingguan
  • Materi Kajian: 9
  • File Penunjang/latihan
  • E-certificate

"Warehouse Management" Batch 2

0 Reviews
Rp3.000.000

Rp2.400.000

MENGAPA E-TRAINING INI PENTING DAN TEPAT?

  • Warehouse (gudang) merupakan bagian penting dari suatu sistem logistik dan supply chain yang mempengaruhi kelancaran operasi suatu perusahaan. Pengelolaan warehouse membutuhkan peran seorang supervisor yang kompeten dalam pengelolaan dan pengendalian proses bisnis dan operasionalnya.
  • Warehouse supervisor yang kompeten juga berperan penting dalam eksekusi strategi & manajerial yang berdampak terhadap efisiensi dan profitabilitas perusahaan.
  • e-Training ini diselenggarakan secara online. Peserta dapat mengikutinya secara fleksibel, baik waktu maupun tempatnya sesuai kondisi, sehingga menghemat biaya.
  • e-Training ini juga sebagai persiapan mengikuti uji kompetensi/sertifikasi Warehouse Supervisor dari BNSP melalui LSP terkait berdasarkan Skema Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

TUJUAN

  1. Memberikan pemahaman mengenai sistem logistik & supply chain serta sistem dan manajemen pergudangan yang diperlukan di semua bidang industri/perusahaan.
  2. Memberikan pengetahuan kepada para peserta untuk menjadi warehouse supervisor yang kompeten.
  3. Membekali para peserta dengan materi kompetensi untuk mengikuti uji sertifikasi Warehouse Supervisor dari BNSP melalui LSP terkait.

MATERI

  1. Pengantar sistem pergudangan
  2. Pengorganisasian penerimaan dan pengiriman
  3. Manajemen persediaan
  4. Sistem penjaminan mutu
  5. Keselamatan dan kesehatan kerja pergudangan
  6. Pengelolaan tenaga kerja pergudangan
  7. Pengelolaan hubungan dengan pelanggan
  8. Biaya pergudangan

e-Training menggunakan materi-materi konseptual dan praktis yang perlu dikuasai untuk posisi/jabatan Warehouse Supervisor berdasarkan skema SKKNI Bidang Logistik sesuai Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 94 Tahun 2019.

SERTIFIKAT

Peserta yang lulus e-Certification dari Ruang Logistik mendapatkan e-Certificate dari Supply Chain Indonesia (SCI) yang merupakan lembaga independen terdepan dalam bidang logistik dan supply chain di Indonesia.

e-Certificate ini menjadi salah satu syarat pelengkap untuk mengikuti uji sertifikasi dari BNSP melalui LSP terkait. Ruang Logistik akan memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara peserta dan LSP terkait untuk uji sertifikasi tersebut.

PESERTA

  • Peserta dari perusahaan manufaktur, transportasi, distribusi, pergudangan, retailer, dll. 
  • Fresh graduate dari perguruan tinggi.

JADWAL PELAKSANAAN

TANGGAL KEGIATAN
1-23 Oktober 2020 Belajar Mandiri 
10 Oktober 2020 e-Discussion 
17 Oktober 2020 e-Discussion 
24 Oktober 2020 e-Certification

e-Discussion dilakukan secara online dengan Fasilitator.

BIAYA 

Kategori

Biaya (Rp)

Individu 3.000.000
Grup 2.500.000

Keterangan:

  • Diskon 20% bagi 10 peserta pertama (yang melakukan registrasi dan pembayaran).
  • Grup: minimal 3 peserta dari 1 perusahaan.
  • Biaya sudah mencakup biaya e-Training dan biaya e-Certification dari Ruang Logistik/SCI.
  • Biaya tersebut tidak mencakup biaya sertifikasi dari BNSP.
  • Biaya yang telah dibayarkan tidak dapat dikembalikan jika peserta membatalkan/tidak menyelesaikan e-Training & e-Certification.

FASILITAS

  • Akses selama 3 bulan ke platform ruanglogistik.id
  • Materi-materi pembelajaran
  • Latihan soal ujian/sertifikasi
  • Diskusi online
  • e-Certificate bagi yang lulus uji sertifikasi

INFORMASI & REGISTRASI

Ayu 0821 1515 9595

022 720 5375
info@ruanglogistik.id

Kurikulum

Manajemen pergudangan memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan logistik khususnya pergudangan. Barang yang disimpan di gudang bisa dalam bentuk bahan baku, barang setengah jadi, suku cadang, maupun produk jadi.

Pergudangan yang efektif dan efisien terlihat dari kemampuan personil beradaptasi pada tuntutan untuk meningkatkan kecepatan proses mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga pengiriman. Gudang yang baik memiliki kemampuan untuk memaksimalkan ruang, peralatan, dan tenaga kerja sehingga mudah mengakses barang-barang yang disimpan dan keamanan serta keselamatan kerja.

Dalam sistem pergudangan terdapat tiga kegiatan utama penanganan barang yaitu di bagian penerimaan, di dalam gudang, dan di bagian pengiriman. Penanganan barang tersebut membutuhkan berbagai metode dan peralatan. Fungsi gudang dapat dibedakan sebagai terminal konsolidasi, pusat distribusi, break-bulk operation, in-transit mixing, dan cross-dock operation.

Pelatihan ini menyediakan informasi mengenai klasifikasi gudang, alur aktivitas pergudangan, tantangan yang sering dihadapi pada saat operasional gudang, serta konsep gudang yang efektif dan efisien mencakup pemilihan tempat, pengaturan layout, hingga pemilihan material handling equipment yang sesuai.

Proses penerimaan dan pengiriman barang bertujuan untuk memastikan apakah material yang diterima/dikirim sudah sesuai order pembelian/pesanan/perjanjian pengiriman barang, baik jumlah, jenis, kondisi, maupun harganya.

Pelatihan ini menyediakan informasi mengenai aktivitas penerimaan, prosedur penerimaan barang, contoh aliran barang, proses pembongkaran dan penyiapan sumber daya, hingga penerapan prosedur di perusahaan.

Persediaan adalah stok atau item-item yang disimpan oleh perusahaan yang digunakan untuk mendukung produksi (bahan baku dan barang setengah jadi), sebagai hasil akhir produksi (barang jadi) sebelum dikirimkan ke pelanggan, untuk kegiatan-kegiatan (perawatan, perbaikan, dan operasional), dan untuk pelayanan pelanggan (barang jadi dan suku cadang).

Jumlah atau tingkat persediaan yang tinggi memang memberikan beberapa keuntungan, seperti jaminan terpenuhinya pasokan untuk kegiatan produksi atau pemenuhan permintaan pelanggan. Namun, konsekuensi dari tingkat persediaan yang tinggi adalah biaya besar yang harus ditanggung, baik biaya modal maupun biaya risiko persediaan.

Salah satu cara untuk menjaga tingkat persediaan adalah dengan mengadakan persediaan pengaman (safety stock) yang merupakan cadangan persediaan untuk menghindari terjadinya kekurangan barang atau item, terutama pada saat memenuhi permintaan pelanggan yang tidak bisa diduga. Dalam pengelolaan persediaan, perusahaan perlu memperhatikan lead time, yaitu jangka waktu dari pemesanan suatu barang dilakukan sampai kedatangan barang yang dipesan tersebut.

Persediaan sangat penting bagi perusahaan sehingga harus dikelola secara baik. Pengelolaan ini dilakukan dengan sistem dan prosedur yang tepat, maupun dengan menggunakan dan menerapkan beberapa tools.

Pelatihan ini menyediakan informasi mengenai keterkaitan antar persediaan dengan keuangan perusahaan, strategi produksi dan persediaan, pengambilan keputusan dalam manajemen persediaan, masalah-masalah yang dihadapi pada saat order point, dan biaya persediaan.

Sistem manajemen mutu merupakan suatu standar yang dibangun untuk mengawal perusahaan dalam mencapai tujuannya. Kebijakan mutu disusun secara konsisten berdasarkan visi-misi dan tujuan perusahaan. Penerapan sistem manajemen mutu di setiap perusahaan harus didukung dengan suatu sistem dokumentasi.

Sistem dokumentasi yang dimaksud merupakan suatu sistem pencatatan secara tertulis terkait hal-hal yang dilakukan oleh perusahaan dan menjalankan bisnisnya. Sistem Manajemen mutu bersifat dinamis, artinya setiap saat bisa dirubah bila diperlukan. Perubahan misalnya terjadi pada regulasi yang dijadikan acuan, perubahan cara kerja atau teknologi, dan sebagainya.

Penerapan sistem manajemen mutu di suatu perusahaan tidak terlepas dari semua karyawan yang di dalam perusahaan tersebut. Oleh karena itu, Supervisor/Manager perlu memastikan bahwa implementasi sistem manajemen mutu di gudang berjalan dengan efektif dan efisien sesuai tujuan perusahaan.

Pelatihan ini menyediakan informasi mengenai kategori, fungsi, dan aktivitas dari kualitas, bagaimana cara mengelola quality control cycle (QCC), langkah-langkah yang dilakukan dalam QCC, serta alat yang digunakan dalam pengelolaan QCC.

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di gudang merupakan bagian penting yang harus diperhatikan oleh setiap perusahaan pergudangan atau logistik sehingga operator gudang harus mematuhi peraturan yang berlaku. Beberapa masalah yang sering terjadi yaitu pada kegiatan bongkar muat material, penyimpanan bahan, keselamatan kebakaran, dan stasiun charging forklift.

Beberapa masalah tersebut dapat mempengaruhi keselamatan operator gudang dan material itu sendiri. Meskipun sebagian besar kecelakaan kerja banyak diakibatkan oleh human error misalnya tersandung atau terjatuh, pengoperasian forklift yang tidak benar, dan pada saat manual handling. Hal ini biasanya terjadi karena metode pengangkatan yang salah sehingga mengakibatkan cedera tangan.

Untuk mengantisipasi kecelakaan kerja, perusahaan wajib menyediakan alat pelindung diri (APD) yang dipakai pada saat bekerja termasuk safety helmet, safety shoes, safety gloves, kaca mata dan perlindungan wajah, serta perlindungan pendengaran (sesuai dengan kebutuhan).

Pelatihan ini menyediakan informasi mengenai potensi bahaya yang sering terjadi di pergudangan, hierarki pengendalian bahaya untuk meminimalis kesalahan operator gudang yang berisiko kecelakaan kerja, dan ergonomi kerja.

Manajer harus mampu memaksimalkan dengan efektif pengggunaan sumber daya operasional perusahaan, disamping pemenuhan kebutuhan konsumen. Salah satu tantangan operasional yaitu memastikan tentang pemahaman personil dan implementasi strategi perusahaan yang berkaitan dengan aktivitas gudang sesuai dengan target perusahaan.

Pelatihan ini menyediakan informasi mengenai kebutuhan struktur organisasi pergudangan, jobdesk setiap posisi di gudang, serta penjadwalan dan perhitungan kebutuhan personil di gudang agar efektif dan efisien.

Dalam perannya sebagai pemimpin di tahapan operasional gudang, supervisor harus dapat berkoordinasi, berkomunikasi efektif terhadap internal (berhubungan dengan atasan dan rekan kerja) maupun eksternal (kepada supplier dan customer).

Salah satu kunci terjalinnya kerja sama yang baik dengan pelanggan yaitu berkomunikasi dengan efektif dengan jelas. Oleh sebab itu, para peserta akan mendapatkan tambahan pembekalan tentang bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dan bagaimana cara mengelola pelanggan dengan tipe perilaku yang berbeda-beda.

Pelatihan ini menyediakan informasi mengenai dasar-dasar komunikasi efektif, memahami profile diri sendiri dan orang lain, mengembangkan kemampuan adaptasi gaya komunikasi berdasar profile lawan bicara, mampu berinteraksi dan berkomunikasi efektif (dengan memiliki kemampuan mendengarkan secara aktif, bertanya, dan menjelaskan manfaat), memahami kebutuhan pelanggan, serta mampu mengatasi complain.

Salah satu komponen yang harus diperhatikan dalam melakukan pengelolaan gudang adalah komponen biaya. Biasanya setiap perusahaan mempunyai strategi untuk mengefisienkan biaya, hal ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah profit.

Pelatihan ini menyediakan informasi mengenai struktur biaya pada pengelolaan gudang hingga apa saja faktor pemicu biaya pergudangan.

File Penunjang Pembelajaran

Review Peserta